Jakarta》Jagamerahputih.com — Para pensiunan pegawai Kejaksaan Republik Indonesia yang tergabung dalam wadah Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) menggelar Ibadah Syukur Persekutuan Umat Kristen Purna Adhyaksa, Senin (2/2/2026), bertempat di Rarampa Resto Manado, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan.
Dr. Jan Samuel Maringka, SH.MH saat ditemui media menjelaskan bahwa Ibadah Syukur Persekutuan Umat Kristen Purna Adhyaksa bukan sekadar kegiatan keagamaan rutin, melainkan menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama purna bakti Kejaksaan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga silaturahmi, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para purna adhyaksa. Meskipun sudah pensiun, semangat pengabdian tidak boleh ikut pensiun,” kata Jan Maringka.
Menurut Jamintel 2017-2020 tersebut, para purna adhyaksa tetap memiliki peran strategis sebagai teladan moral di masyarakat, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan pengabdian bagi bangsa dan juga bagi sesama.
Ibadah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, kehangatan, serta nuansa syukur, mempertemukan para purna bakti Kejaksaan dari berbagai generasi yang pernah mengabdikan diri di Korps Adhyaksa.
“Makin Tua, Makin Bahagia, Makin Berumur, Makin Bersyukur”
Bertindak sebagai pelayan firman, Dr. Andry Panjaitan dari Universitas Pelita Harapan (UPH) mengangkat tema:
“Makin Tua Makin Bahagia, Makin Berumur Semakin Bersyukur.

”Dalam khotbahnya, Dr. Andry menekankan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan untuk menikmati buah pengabdian, memperdalam iman, serta memperbanyak rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan hidup.
Salah satu momen yang paling menginspirasi datang dari Marthen Pongrekun, yang kini berusia 88 tahun. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara itu tampak masih segar dan bersemangat, bahkan ikut bernyanyi bersama para peserta ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Marthen turut membagikan kiat hidup sehat di usia lanjut, yang menurutnya sederhana namun konsisten.
“Jaga pola makan, tetap aktif bergerak, jangan menyimpan beban pikiran, dan yang terpenting tetap bersyukur setiap hari. Hidup itu soal menikmati setiap anugerah,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para purna adhyaksa tetap dapat memberi makna bagi lingkungan sekitar.
“Semoga kita semua bisa mendapatkan manfaat dalam hidup dan juga menjadi berkat bagi banyak orang,” ucap Marthen.
Dalam acara ini turut dihadiri sejumlah sesepuh dan mantan pejabat utama Kejaksaan Agung, di antaranya Marthen Pongrekun (Jaksa Agung Muda Pembinaan periode 1997–1999), Edwin Situmorang (Jaksa Agung Muda Intelijen 2009–2010), serta Jan Samuel Maringka (Jaksa Agung Muda Intelijen 2017–2020), bersama para purna bakti lainnya dari berbagai daerah.
Ibadah syukur ini ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta sesi foto yang penuh keakraban. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi bahwa masa purna tugas bukan akhir dari kontribusi, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda — lebih tenang, lebih bijaksana, dan penuh rasa syukur. (**)
