Skip to content
Jaga Merah Putih

Jaga Merah Putih

Menjaga Kebhinekaan Bangsa

Primary Menu
  • Home
  • Rubrik Utama
  • Polhukam
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi & UMKM
  • Jaga Nusantara
  • Jaga Pangan
  • Lain-Lain
    • Teknologi
    • Sports
    • Opini
    • Sastra
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Giat Tim Respon Cepat Rabies Desa Kopong: Pendataan Serentak, Edukasi Warga, dan Eliminasi Selektif
  • Sosial Budaya

Giat Tim Respon Cepat Rabies Desa Kopong: Pendataan Serentak, Edukasi Warga, dan Eliminasi Selektif

Riky Hayon 02/08/2025 2 minutes read
1000915103_11zon

Maumere》Jagamerahpurih.com — Setelah resmi dibentuk pekan lalu, Tim Respon Cepat (TRC) Penanggulangan Rabies Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, langsung bergerak cepat menindaklanjuti tugas mereka dalam upaya pengendalian rabies berbasis komunitas. Sejumlah kegiatan intensif telah dilaksanakan secara serentak di seluruh RT, melibatkan partisipasi aktif masyarakat, aparat desa, dan tokoh lintas sektor.

Kegiatan dimulai setiap hari dengan apel kekuatan di halaman Kantor Desa Kopong, dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Kepala Desa. Apel ini menjadi momen penting untuk konsolidasi, pembagian tugas, dan penyampaian arahan teknis sebelum TRC dan relawan bergerak ke lapangan.

Salah satu agenda utama yang langsung dijalankan adalah pendataan hewan penular rabies (HPR) di setiap RT, terutama populasi anjing milik warga. Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah, sekaligus menyampaikan himbauan kepada pemilik anjing agar mengikat atau mengurung hewan peliharaan mereka sesuai protokol pencegahan rabies.

“Penertiban HPR penting untuk mencegah kontak antar HPR, termasuk antara HPR dan manusia, terutama anak-anak,” jelas Koordinator TRC Rabies Desa Kopong, Anastasia Ana Lince yang juga adalah Sekretaris Desa Kopong.

Selain pendataan, tim juga melaksanakan sosialisasi rabies secara masif di sekolah-sekolah, serta di lingkungan gereja saat ibadah hari Minggu. Materi edukasi meliputi cara penularan rabies, tanda-tanda klinis pada hewan, kewajiban ikat/ kurung HPR, menghindari kontak dengan HPR, serta langkah cepat yang harus dilakukan jika terjadi gigitan. Para siswa dan umat diberikan selebaran edukatif dan diajak menjadi duta informasi untuk keluarga masing-masing.

Sebagai tindak lanjut, TRC bersama aparat desa pun telah melaksanakan eliminasi selektif terhadap HPR liar dan tidak berpemilik, yang dilaksanakan sesuai prosedur teknis. Tahapan ini melibatkan peran serta babinsa dan babinkamtibmas yang juga tergabung dalam TRC desa, dengan dukungan dari masyarakat.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan harian ditutup dengan evaluasi kerja pada sore hari, dipimpin langsung oleh Ketua BPD dan Kepala Desa Kopong. Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau capaian harian, mencatat kendala lapangan, dan menyusun strategi perbaikan untuk hari berikutnya.

“Keseriusan kami dalam menangani rabies bukan sekadar simbolik. Evaluasi harian ini penting agar setiap langkah kami benar-benar terukur dan berdampak langsung bagi keselamatan warga,” ungkap Donatus Dainu, Ketua BPD Kopong.

Langkah cepat dan terpadu yang diambil oleh TRC Rabies Desa Kopong mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah kecamatan, serta diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya rabies. (*Maria A. Yersi)

About the Author

Riky Hayon

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: Dr. Jan S. Maringka: Jaga Pangan, Jaga Masa Depan,Wujudkan Kedaulatan Bangsa
Next: Sinergisitas: Gagasan Jan S. Maringka untuk Bangun Kerukunan Keluarga Kawanua

Related Stories

IMG-20251208-WA0043
  • Sosial Budaya

Sikapi Dinamika Sistem Rujukan Kesehatan Nasional, ISKA dan STIK Sint Carolus Adakan Kuliah Umum

Riky Hayon 09/12/2025
1001078611_11zon
  • Sosial Budaya

Keluarga Besar SDK Maria Ferrari Berziarah ke Gua Maria Watu Wea: Menapaki Jejak Iman di Tahun Yubileum 2025

Riky Hayon 14/10/2025
IMG-20250905-WA0061
  • Sosial Budaya

OMK Katedral St. Yoseph Maumere Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan: Mencetak Pemimpin Muda Gereja

Riky Hayon 05/09/2025

Recent Posts

  • Jan Maringka : Rekam Jejak tidak dapat Dibuat dalam Semalam, Prof PY sosok yang Berintegritas dan Pantas memimpin IKAL Lemhannas
  • Jan Maringka Bertemu Utusan Presiden RI dalam Acara Silaturahmi Idul Fitri Lingkup Kejagung RI
  • Jan Maringka Ajak Warga Sulut Jaga Kebhinekaan dan Tingkatkan Rasa Persaudaraan pada Momen Idul Fitri 1447 H
  • Jan Maringka :  Kehadiran Satgas PKH untuk Bebaskan Kawasan JRBM dari Kegiatan Tambang Ilegal
  • Sebut Ada Kejanggalan dalam Tuntutan, Jan Maringka Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Pertamina

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • February 2023
  • August 2021

You may have missed

1001416240_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka : Rekam Jejak tidak dapat Dibuat dalam Semalam, Prof PY sosok yang Berintegritas dan Pantas memimpin IKAL Lemhannas

Riky Hayon 26/03/2026
1000063458
  • Polhukam

Jan Maringka Bertemu Utusan Presiden RI dalam Acara Silaturahmi Idul Fitri Lingkup Kejagung RI

Riky Hayon 22/03/2026
1001416240_11zon
  • Jaga Nusantara

Jan Maringka Ajak Warga Sulut Jaga Kebhinekaan dan Tingkatkan Rasa Persaudaraan pada Momen Idul Fitri 1447 H

Riky Hayon 18/03/2026
IMG-20260311-WA0031
  • Polhukam

Jan Maringka :  Kehadiran Satgas PKH untuk Bebaskan Kawasan JRBM dari Kegiatan Tambang Ilegal

Riky Hayon 11/03/2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.