Skip to content
Jaga Merah Putih

Jaga Merah Putih

Menjaga Kebhinekaan Bangsa

Primary Menu
  • Home
  • Rubrik Utama
  • Polhukam
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi & UMKM
  • Jaga Nusantara
  • Jaga Pangan
  • Lain-Lain
    • Teknologi
    • Sports
    • Opini
    • Sastra
  • Home
  • Polhukam
  • Jan Maringka : Penegak Hukum perlu Menjalankan Strategi PITA untuk Merajut Kembali Kepercayaan Masyarakat
  • Polhukam

Jan Maringka : Penegak Hukum perlu Menjalankan Strategi PITA untuk Merajut Kembali Kepercayaan Masyarakat

Riky Hayon 25/04/2026 4 minutes read
1001416240_11zon

Jakarta》Jagamerahputih.com — Salah satu Tokoh penegak hukum tanah air sekaligus Ketua Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (A3FI), Dr. Jan S. Maringka, SH. MH saat ditemui media, menyampaikan pandangannya terkait kondisi dan tantangan dunia penegakan hukum di Indonesia saat ini. Menurutnya, sistem keadilan merupakan sebuah ekosistem yang kompleks dan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk dapat berjalan secara optimal, termasuk dari aparat penegak hukum itu sendiri.

Jan Maringka yang tidak lain merupakan Jaksa Agung Muda (2017- 2020) menyatakan, dunia penegakan hukum tidak hanya melibatkan polisi, jaksa dan hakim saja dalam ekosistim peradilan kita, tetapi juga mencakup Advokat dan berbagai profesi lain yang memiliki peran penting dalam menjaga keadilan dan ketertiban masyarakat. Dalam praktiknya, sistem ini seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak sederhana.

Sebagai Advokat, Managing Partner JM Lawfirm Ia menjelaskan bahwa sejumlah persoalan seperti potensi penyalahgunaan wewenang, perbedaan interpretasi hukum, hingga persoalan integritas menjadi perhatian serius dalam upaya penegakan hukum yang berkeadilan.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan pola pikir yang saya sebut PITA sebagai satu kesatuan pada masing masing perangkat yang terlibat, yaitu sikap Profesional, Integritas, Transparan dan Akuntable dalam pelaksanan tugasnya untuk memperkuat sistem yang ada agar mampu menjawab kebutuhan dan kepercayaan masyarakat secara menyeluruh.

Sehingga tidak ada lagi perlombaan untuk mendisplay hasil kejahatan tanpa ada kejelasan dan transparansi siapa pelaku kejahatan dan kapan kegiatan itu terjadi, atau hanya sekedar pengulangan dari nominal yang telah ada di tahun tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat semakin jelas ketika para aparat berlomba menunjukkan kinerjanya dimuka Presiden namun trust publik semakin menurun dengan banyaknya perkara kasat mata yang tidak dapat diselesaikan.

“Penegakan hukum adalah fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia telah mendeklarasikan kemerdekaannya sebagai negara hukum bukan negara kekuasaan, namun seringkali instrumen penegakan hukum berakhir anti klimaks di tangan lembaga legislatif bukan oleh diskresi dari Penegak hukum sendiri yang bermuara pada rasa keadilan dalam masyarakat” terang Jan.

“Namun, sistem ini harus terus diperbaiki agar mampu menjawab tantangan global dan memberikan rasa aman terhadap iklim investasi di dalam negeri,” tambah Jan Maringka, yang juga menjadi tenaga pengajar Hukum Internasional pada FH Unkris – Jakarta.

Lebih lanjut, ia menyoroti arti penting PITA dalam penugasan setiap aparat hukum, profesional, instegritas transparansi dan akuntabitas sebagai kunci utama dalam meningkatkan efektivitas sistem hukum kita Menurutnya, setiap lembaga penegak hukum harus mampu bekerja secara terbuka dan bertanggung jawab agar kepercayaan publik dapat terus terjaga.

Selain itu, Jan Samuel Maringka juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam proses penegakan hukum. Sinergi yang baik antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dinilai dapat meminimalkan kesalahan serta mempercepat proses penanganan perkara.

Dalam era modern saat ini, ia juga menggarisbawahi peran teknologi yang semakin penting dalam mendukung penegakan hukum. Penggunaan sistem digital, database modern, serta perangkat lunak canggih dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan dan pengelolaan data, sehingga proses investigasi dan litigasi dapat berjalan lebih cepat dan akurat.

Tidak hanya itu, Jan Samuel Maringka turut menyoroti pentingnya penyuluhan hukum kepada masyarakat. Ia menilai bahwa masyarakat yang memahami hak dan kewajiban hukumnya akan lebih aktif dalam mendukung proses penegakan hukum serta mampu menghindari potensi pelanggaran.

“Kesadaran hukum masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan adil. Edukasi hukum harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa peran media dan perkembangan teknologi informasi turut membantu dalam memberikan gambaran nyata tentang dinamika penegakan hukum di lapangan. Berbagai dokumentasi dan informasi yang beredar di ruang publik dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi semua pihak.

Jan Samuel Maringka menekankan bahwa dunia penegakan hukum tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan pencegahan dan nilai-nilai keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Hal ini penting agar sistem hukum tidak hanya tegas, tetapi juga berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Dengan berbagai tantangan yang ada, ia berharap seluruh pihak dapat terus berkomitmen untuk memperkuat sistem penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang baik antara semua elemen akan menjadi kunci dalam menciptakan sistem hukum yang lebih baik di masa depan.

“Penegakan hukum bukanlah industri yang keberhasilannya ditunjukkan dari angka pelaku kejahatan yg diproses semakin meningkat, namun sebaliknya bagaimana angka kejahatan turun dan kesadaran hukum masyarajat meningkat, tentunya masalah ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tutupnya. (**)

About the Author

Riky Hayon

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: Jan Maringka: Momen Paskah harus menjadi Ruang KKMT dalam Menjaga Iman dan Melestarikan Budaya

Related Stories

1001458049_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka Optimis Kepemimpinan Purnomo Yusgiantoro Majukan peran IKAL membangun kawasan Timur Indonesia

Riky Hayon 14/04/2026
1001416240_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka : Rekam Jejak tidak dapat Dibuat dalam Semalam, Prof PY sosok yang Berintegritas dan Pantas memimpin IKAL Lemhannas

Riky Hayon 26/03/2026
1000063458
  • Polhukam

Jan Maringka Bertemu Utusan Presiden RI dalam Acara Silaturahmi Idul Fitri Lingkup Kejagung RI

Riky Hayon 22/03/2026

Recent Posts

  • Jan Maringka : Penegak Hukum perlu Menjalankan Strategi PITA untuk Merajut Kembali Kepercayaan Masyarakat
  • Jan Maringka: Momen Paskah harus menjadi Ruang KKMT dalam Menjaga Iman dan Melestarikan Budaya
  • Jan Maringka Optimis Kepemimpinan Purnomo Yusgiantoro Majukan peran IKAL membangun kawasan Timur Indonesia
  • Jan Maringka : Rekam Jejak tidak dapat Dibuat dalam Semalam, Prof PY sosok yang Berintegritas dan Pantas memimpin IKAL Lemhannas
  • Jan Maringka Bertemu Utusan Presiden RI dalam Acara Silaturahmi Idul Fitri Lingkup Kejagung RI

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • February 2023
  • August 2021

You may have missed

1001416240_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka : Penegak Hukum perlu Menjalankan Strategi PITA untuk Merajut Kembali Kepercayaan Masyarakat

Riky Hayon 25/04/2026
Screenshot_20260419_140337_WhatsApp
  • Jaga Nusantara

Jan Maringka: Momen Paskah harus menjadi Ruang KKMT dalam Menjaga Iman dan Melestarikan Budaya

Riky Hayon 19/04/2026
1001458049_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka Optimis Kepemimpinan Purnomo Yusgiantoro Majukan peran IKAL membangun kawasan Timur Indonesia

Riky Hayon 14/04/2026
1001416240_11zon
  • Polhukam

Jan Maringka : Rekam Jejak tidak dapat Dibuat dalam Semalam, Prof PY sosok yang Berintegritas dan Pantas memimpin IKAL Lemhannas

Riky Hayon 26/03/2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.