Jakarta》Jagamerahputih.com — Dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2, Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) menggelar turnamen ‘remi’ berhadiah bersama REJOSI di Rarampa Resto, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan yang antusias meramaikan pertandingan.Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan merayakan perjalanan Presidium PNI yang memasuki tahun kedua.

Ketua DPP Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI), Dr. Jan Maringka, SH.MH mengatakan turnamen ini merupakan wujud positif jaga akal sehat dalan masyarakat.
“Kami bertekad terus menggairahkan kehidupan berbangsa dengan menggelar beragam aksi positif sebagai wujud menjaga akal sehat dalam masyarakat melalui olah raga maupun iven budaya serta dialog-dialog kebangsaan. Misi kami, Jaga Sportivitas, Jaga Budaya, Jaga Nusantara dan seterusnya,” Kata Jan Maringka yang mantan Jamintel Kejakgung RI ini.
“Sesudah turnamen ini, awal November nanti PNI menyelenggarakan “Konser Musik Bambu Klarinet”, Tambah Jan.

Sementara itu, Komisaris PT. SELINDO TROFI, sekaligus Bendahara acara, Sandra Hartono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari panitia, Ketua Umum PPNI Jan Maringka, hingga para sponsor lainnya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak pada seluruh panitia yang sudah bekerja keras sehingga acara ini bisa terselenggara, dan kepada Pak Jan Maringka selaku Ketum PPNI, serta seluruh sponsorship yang telah membantu berjalannya acara ini,” ujar Sandra di lokasi acara.

Sandra menegaskan, dukungan dan kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan perayaan tersebut.Melalui turnamen remi ini, PT. SELINDO TROFI berharap semangat kebersamaan dan silaturahmi dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat hubungan baik di antara para peserta dan seluruh pihak yang terlibat.
Diketahui, tournamen ‘remi’ memperingati HUT ke-2 PNI diikuti 150 peserta dari 50 kelompok masyarakat, serta usianya bervariasi dari belasan hingga 80-an tahun, bahkan ada peserta yang penyandang disabilitas. (**)
