Jakarta 》Jagamerahputih.com – Kesenian tradisional Minahasa Tenggara kembali mendapat ruang untuk tampil di panggung nasional. Bupati Minahasa Tenggara secara resmi melepas Tim Kesenian Musik Bambu Jaga Minahasa untuk mengikuti sejumlah agenda pagelaran seni dan budaya di Jakarta pada 15 November hingga 5 Desember 2026.
Keikutsertaan tim tersebut merupakan bagian dari komitmen Kerukunan Keluarga Minahasa Tenggara (KK Mitra) dalam memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan warisan seni dan budaya Minahasa di tengah perkembangan zaman.
Ketua KK Mitra, Jan Samuel Maringka, menjelaskan bahwa selama berada di Jakarta, Tim Musik Bambu Jaga Minahasa akan terlibat dalam berbagai kegiatan kebudayaan yang mempertemukan masyarakat Minahasa di perantauan dengan kekayaan tradisi daerah asalnya.
Salah satu agenda penting yang akan diikuti adalah Malam Kebudayaan Minahasa. Kegiatan ini melibatkan Presidium PNI, KK Mitra, POR Maesa, serta sejumlah organisasi dan perkumpulan masyarakat Minahasa lainnya.
Menurut Jan, kegiatan tersebut bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan juga menjadi sarana memperkuat ikatan kekeluargaan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Minahasa kepada masyarakat yang lebih luas.Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan dengan mengenang tradisi yang diwariskan oleh generasi terdahulu. Diperlukan langkah konkret dengan menghadirkan kembali kesenian tradisional dalam berbagai ruang publik, sehingga generasi muda tetap mengenal dan memiliki kebanggaan terhadap warisan budayanya.
Rangkaian kegiatan ini turut mendapat dukungan dari J Resources BM dan Jobubu Minahasa Produced Cap Tikus sebagai bentuk keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pelestarian seni dan budaya bangsa.Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pembina KK Mitra, Letjen TNI (Purn) Johni Lumintang.
Ia memandang bahwa perkumpulan masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan budaya, terutama melalui kegiatan yang mempertemukan masyarakat dengan akar tradisi dan identitas daerahnya.
Jan menambahkan, rombongan Tim Musik Bambu Jaga Minahasa dijadwalkan bertolak menuju Jakarta pada Jumat, 6 November 2026, melalui Pelabuhan Bitung.Selama tiga pekan berada di Ibu Kota, kehadiran tim ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan musik bambu sebagai salah satu kekayaan kesenian tradisional Minahasa, tetapi juga mempererat persaudaraan serta membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas budayanya.
Jaga Minahasa, Jaga Budaya Bangsa
Sumber Tulisan: Frangki Wullur
